oleh

Malam Cap Go Meh di warnai Festival Lampion dan Mercon

Teks foto: Ketua DPRD Rohil H.Nasrudin Hasan,SE (kiri berkaca mata baju batik hitam putih) , Setdakab Rohil Drs Surya Arfan,Msi (tengah berkaca mata baju batik kuning) dan Tokoh Etnis Tiong Hwa Rendi Gunawan alias Kho Peng (kanan

MediaTrENRIAU.com, Bagansiapiapi – Malam semakin larut, langit di warnai terang bulan penuh  diiringi gemerlap mercon mengudara menghiasi  perayaan malam cap go meh 2570/ 2019  masehi di Bagansiapiapi, Selasa (19/02/2019) malam tadi. Perayaan ini di pusatkan di jalan kelenteng Bagansiapiapi. Perayaan ini di laksanakan oleh yayasan multy marga dengan menggelar festival lampu lampion. Festival ini diikuti oleh 26 peserta suku Tiong Hwa. Bahkan lintas etnis dari suku batak, jawa dan melayu juga ikut memeriahkan malam cap go meh ini.

Suku Melayu mempersembahkan tarian persembahan dalam acara ini. Sedangkan suku jawa juga menampilkan atraksi reog. Perayaan malam cap go meh ini merupakan perayaan atraksi kesenian dan budaya daerah suku yang mendiami kota Bagansiapiapi.

Ketua DPRD Rokan Hilir (Rohil) H.Nasrudin Hasan, SE dan anggota legislatif (Aleg) H.Tatang Hartono ikut hadir dalam perayaan ini. Perayaan malam cap go meh yang merupakan budaya suku etnis Tiong Hwa ini juga di hadiri oleh pihak pemerintah kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dalam hal ini tampak hadir Setdakab Rohil Drs H.Surya Arfan,Msi, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Ferry Parya, Asisten II bidangEkonomi dan Pembangunan (plt) Budiman, kapolres Rohil diwakili Kapolsek bangko Kompol James Rianov Saloom Radjagukguk, Dandim 0321/Rohil yang diwakili oleh danramil Bangko dan para undangan lainnya.

Ratusan umat etnis Tiong Hwa yang mendominasi di Bagansiapiapi kota dan ratusan umat etnis melayu serta masyarakat kota Bagansiapiapi yang pada umumnya berdomisili di pinggir kota ikut melihat acara malam cap go meh ini. Kota Bagansiapiapi khususnya di depan kelenteng tua jalan kelenteng padat oleh manusia untuk menyaksikan pentas seni dan budaya ini. Festival lampu lampion ini di lepas oleh setdakab Rohil Drs Surya Arfan,Msi dan ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan didampingi oleh ketua panitia Rendi Gunawan alias Kho Peng.

Ketua panitia pelaksana Rendi Gunawan alias Kho Peng menjelaskan bahwa Perayaan malam cap go meh ini merupakan perayaan budaya dari etnis Tiong Hwa di kota Bagansiapiapi yang dilaksanakan setiap tanggal lima belas bulan pertama yakni lima belas hari setelah imlek. Perayaan malam cap go meh ini terlaksana atas bantuan dari warga tiong hoa yang berada di perantauan dan warga tiong hoa di kota Bagansiapiapi. Oleh sebab itu, katanya, mewakili etnis Tiong Hoa kota Bagansiapiapi sangat berterima kasih atas bantuan yang di berikan sehingga pelaksanaan malam cap go meh ini dapat meriah. Bahkan diwarnai dengan karnaval lampu lampion yang di arak mengelilingi kota Bagansiapiapi.

“Perayaan malam cap go meh ini merupakan perayaan yang di lakukan setiap tahun. Perayaan ini merupakan budaya etnis Tiong Hoa di Kota Bagansiapiapi Pada malam ini di lakukan festival lampu lampion untuk dinilai keindahannya,”tutur Rendi Gunawan alias Kho Peng ini kepada wartawan.

Dalam kesempatan ini tokoh umat Tiong Hwa ini mengharapkan kepada warga Tiong Hwa dapat menyalurkan hak suaranya pada pesta demokrasi, pemilihan presiden, pemilihan DPR RI, Pemilihan DPRD Riau, pemilihan DPRD Rohil  dan DPD.

“Kami menghimbau kepada rekan-rekan umat Tiong Hwa agar nanti dapat berbondong-bondong mendatangi TPS  pada tanggal 17 April mendatang untuk melaksanakan hak suaranya dalam pesta demokrasi memilih pemimpin,”ujarnya.

Sementara itu, setdakab Rohil Surya Arfan mengatakan atas nama pemerintah kabupaten Rokan Hilir sangat menyambut apresiasi dan mendukung atas terlaksananya malam cap go meh dengan di warnai festival lampu lampion ini.

Dikatakannya, budaya etnis tiong hwa di Kabupaten Rokan Hilir sangat banyak. Budaya ini sangat positif dalam bidang kepariwisataan. Karena dengan budaya ini banyak para wisata lokal maupun manca negara mendatangi kota Bagansiapiapi.

“Malam ini perayaan malam cap go meh dengan diwarnai festival lampu lampion. Kemudian ada budaya ceng beng yakni sembahyang kubur, bahkan puncaknya acara bakar tongkang pada bulan juni mendatang,”jelas Surya Arfan.

(Andi Gun Riothallo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed