oleh

Menengok Mesjid Cheng Hoo Pertama di Indonesia

Media TrENRIAU.com, SURABAYA – Masjid Cheng Ho berlokasi di Jalan Gading No. 2, Ketabang, Genteng, atau sekitar 1.000 meter sebelah Utara Gedung Balai Kota Surabaya. Untuk menuju lokasi ini, Anda dapat memilih Jalan Taman Kusuma Bangsa, dan melalui Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Masjid ini terletak di area komplek gedung serba guna PITI  Jawa Timur.

Ketika kita di jalan gading persimpangan dengan jalan mayang kita masuk pintu gerbang di jalan Gading surabaya, lalu parkirkan kenderaan di areal parkir sebelah barat. Sebelum menuju ke mesjid Cheng Hoo ada pos penjagaan. Sedangkan di barat ada sebuah bangunan bertingkat yang merupakan bangunan gedung serba guna pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Jawa Timur yang sebelumnya organisasi ini bernama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. Di gedung serbaguna ini merupakan tempat Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Cheng Hoo yang memiliki program unggulan pengantar 4 bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Ingris, Bahasa Mandarin dan Bahasa Arab. Disini juga ada kelompok bermain dan taman kanak-kanak Istana Balita Cheng Hoo serta sore harinya kursus Bahasa Tionghoa. Bahkan di Gedung ini juga ada pelayanan kesehatan berupa klinik.

Jika kita hendak ke mesjid Cheng Hoo dari pintu gerbang kita menuju ke arah Utara. Disana ada lapangan luas bisa untuk bermain olahraga basket. Kemudian di belahan barat inilah bangunan mesjid Cheng Hoo berada. Dibelakang mesjid Cheng Hoo (belahan barat) merupakan jalan Telasih. Sebetulnya pintu masuk juga ada di jalan Mayang namun jika hari tertentu saja pintu ini dibuka.   Disebelah Utara bangunan PITI inlah berdiri mesjid Muhammad Cheng Hoo. Bangunan ini seluas 21 x 11 m dengan bangunan utama seluas 11 m x 9 meter.

Untuk masuk ke mesjid Muhammd Cheng Hoo harus melalui anak tangga beton. Tangga masuk kepintu Mesjid ada sebelah kiri maupun sebelah kanan. Ketika hendak masuk pintu mesjid, di sebelah kiri mesjid (Utara) terdapat beduk ukuran besar yang kerap digunakan untuk menandai waktu sholat tiba Di dekat beduk sini kita mengambil air untuk berwuduk. Didekat tempat wuduk ini ada relief miniatur kapal laksamana Cheng Hoo. Kapal ini berada di tengah kolam ikan. Pandangan menarik ketika melihat ikan berwarna-warni di dalam kolam ini. Pada dindingnya ada relief wajah laksamana Cheng Hoo. Relief laksamana yang bernama lengkap Muhammad Cheng Hoo bersama kapal yang digunakan saat mengarungi Samudera Hindia. Salah satu pesan yang hendak disampaikan melalui relief agar umat Islam tetap rendah hati dalam menjalani hidup sehari-hari.

Bangunan mesjid Cheng Hoo ber ornamen cina, jawa dan arab merupakan perpaduan tiga unsur. Bangunannya  didominasi empat warna yakni warna merah, kuning emas, biru dan hijau. Dalam kepercayaan Tionghoa, keempat warna ini adalah simbol kebahagiaan, kemasyhuran, harapan, dan kemakmuran.

Menariknya, mesjid Cheng Hoo memiliki kubah delapan sisi bertingkat menyerupai bentuk pagoda. Puncak paling atas tulisan ALLAH berlafaz arab.

Masjid Cheng Hoo Surabaya adalah masjid pertama di Indonesia yang menggunakan nama Muslim Tionghoa, dan menjadi simbol perdamaian umat beragama.

Nama masjid ini merupakan bentuk penghormatan pada Cheng Hoo, laksamana asal Cina yang beragama Islam. Ia melakukan perjalanan ke kawasan Asia Tenggara dengan mengemban beberapa misi, diantaranya berdagang, menjalin persahabatan, serta menyebarkan ajaran agama Islam.

 

Pembangunan masjid Cheng Hoo atau yang juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya bertepatan dengan Isra’ Miraj Muhammad SAW yakni pada 15 Oktober 2001. Prosesnya memakan waktu satu tahun dan baru selesai seluruh bagiannya pada Oktober 2002. Masjid ini didirikan atas prakarsa para sesepuh, penasihat, pengurus Pembina Imam Tauhid Islama (PITI), pengurus Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia Jawa Timur, serta tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.

Kompleks masjid dibangun di atas tanah seluas 3.070 m2. Perpaduan gaya Arab dan Tiongkok menjadi ciri khas masjid ini. Arsitektur masjid diilhami  Masjid Niu Jie di Beijing yang dibangun pada 996 Masehi, dan tampak pada bagian atap utama, dan mahkota masjid. Selebihnya, masjid ini memadukan gaya arsitektur Arab dan Jawa. Abdul Aziz adalah Arsitek Masjid Cheng Hoo Surabaya.

Setiap bagian bangunan masjid mengandung filosofi atau maknanya sendiri. Bagunan utama Majid Cheng Ho yang berukuran 11 x 9 meter, mengikuti panjang dan lebar Ka’bah saat pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim AS yang berukuran 11 meter. Sementara ukuran 9 meter diambil dari jumlah wali (Wali Songo) yang melaksanakan syiar Islam di Pulau Jawa.

Bagian atas bangunan yang bertingkat tiga merupakan pengaruh Hindu Jawa. Bentuknya segi delapan dan menyerupai pagoda. Dalam kepercayaan Tionghoa, angka 8 berarti ‘Fat’ atau keberuntungan. Di bagian serambi masjid terdapat lima buah anak tangka yang merepresentasikan Rukun Islam. Sedangkan enam buah anak tangga di bagian dalam masjid merepresentasikan Rukun Iman. Secara keseluruhan, Masjid Cheng Ho dapat menampung 200 orang jemaah.

Organisasi Islam Tionghoa bernama Persatuan lslam Tionghoa lndonesia—lalu berubah nama menjadi Pembina Iman Tauhid Islam (PITI)—aktif membangun masjid bernuansa negeri tirai bambu di beberapa kota di Indonesia, yang dinamai dengan nama Cheng Ho atau Cheng Hoo. Salah satu pendiri PITI, Haji Abdul Karim Oey alias Oey Tjeng Hien, dikenal berkat membangun masjid-masjid Lautze pada dekade 1990-an.

“Bangunan (Masjid Cheng Ho) ini untuk pengenang jasa beliau (Cheng Ho), sebagai penghormatan,” ujar Ahmad Haryono Ong alias Ong Kiem Shui, Ketua Takmir Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya sebagaimana dilansir media TrEN RIAU.com dari tirto.co.id.

Setelah Surabaya, di kota lain yang pernah disinggahi Cheng Ho, seperti Palembang, juga dibangun masjid serupa. Masjid ini mulai digunakan sejak 2006. Selain di dua kota itu, masjid-masjid bernuansa tirai bambu dengan nama Cheng Ho dibangun di kota-kota yang bahkan tidak disinggahi Cheng Ho, seperti di Samarinda dan Balikpapan. Bahkan di kota yang terhitung di masa lalu bukan kota dagang dan terletak di pedalaman atau di selatan Jawa seperti Purbalingga atau Jember, juga berdiri masjid Cheng Ho.

Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga telah siap menyediakan lahan untuk dibangun Mesjid bernuansa Tionghoa ini. Lahan tersebut di jalan Sumatera Laut dekat pujasera jalan Pulau Baru Bagansiapiapi.

Bupati Rohil, Suyatno mengaku sudah memaparkan tentang rencana program pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho kepada DMI bersama BKPRMI Rohil.

“Jadi spontan nampaknya kita mendapatkan dukungan. Ini maklumlah, kita membangun Masjid yang agak aneh bagi orang awam seperti bentuknya kelenteng. Tapi sebenarnya kan tidak kelenteng, itu kan hanya sebuah ciri khas saja, Cheng Ho,” kata Suyatno usai menghadiri pertemuan dengan Remaja Masjid Se-Kabupaten Rohil di Gedung Pertemuan H. Misran Rais, Selasa (2/4/2019) lalu sebagaimana dikutib dari antara riau.

“Kalau dihitung-hitung, anggaran pembangunannya sekitar Rp8 miliar, dan ini sumbangsih dari tokoh-tokoh masyarakat kita yang berada di luar Rokan Hilir. Dalam waktu secepatnya, peletakan batu pertama itu kita lakukan mungkin setelah Lebaran,” ujarnya.

Dalam pembangunan nanti, Masjid Cheng Ho juga dilengkapi menara 25 tingkat dengan ketinggian mencapai 50 meter. “Ini kalau kita naik ke atas itu akan kelihatan Kota Bagansiapiapi dan sekitarnya,” kata Bupati.

Masjid dengan arsitektur kental nuansa Tionghoa itu juga nantinya ada taman-tempat orang wisata, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan perpustakaan.

“Jadi ini lengkap, di samping orang ingin beribadah juga berwisata. Akan kita tata betul-betul supaya ini jadi sebuah tempat yang indah, dijadikan objek pariwisata religius. Juga jalan-jalan yang menuju ke arah rencana pembangunan Masjid ini akan kita lebarkan nanti,” ucapnya H.Suyatno.

 

Mesjid cheng hoo yang ada di indonesia didapat dari pelbagai sumber:

1.Mesjid Muhammad Cheng Hoo surabaya (2002) jalan gading

2.Cheng Hoo Sriwijaya palembang(2006), jakabaring seberang hulu

3.Mesjid muhammad Cheng Hoo (2007) di Batuah Kaltim di Km 23 jalan poros Balikpapan – Samarinda, Batuah, Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur 75262 diresmikan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi, Senin( 26/11/2018).

4.Mesjid Cheng Hoo Purbalingga, (2011) di di Desa Selaganggeng, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, atau sekitar 8,5 kilometer dari Alun-alun Kota Purbalingga.

5.Mesjid Muhammad Cheng Hoo Gowa (2014) Jalan Tun Abdul Razak di Kabupaten Gowa j Jika dari arah Makasar menyusuri Jalan Hertasning Baru, masjid ini berada tepat di perbatasan Makasar Gowa.

6.Mesjid Muhammad Cheng Hoo (2015) di Tj. Buntung, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau 29444.

  1. Mesjid Cheng Hoo Banyuwangi (2016) di Sumber rejo

8.Mesjid Laksamana Cheng Hoo (AL Amin) Jambi (2002) Jl.Ibrahim Rifin,, Kenali Asam Bawah, Kota Baru, Kota Jambi, Jambi 36129

9.Mesjid Laksmana Cheng Hoo Banjarmasin (2014) sedang dibangunPeletakan batu pertama dimulai akhir Februari 2014

10.Mesjid Cheng Hoo Samarinda (2017) di (eks SMK Kesatuan) jalan S.Parpan Ruhui Rahayu (samarinda hulu-kaltim) diresmikan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi, Senin( 26/11/2018).

  1. Masjid Cheng Hoo Gua China, Desa Sitiarjo Sumawe, Malang, Minggu (13/5/2018), diresmikan oleh Kepala Depag Kabupaten Malang, Drs. H. Imran. Masjid ini merupakan masjid Cheng Hoo ke-11 yang resmi berdiri di Indonesia

12.Masjid Cheng Hoo Kesatuan, Fastabiqul Khairat di Jalan AW Syahranie Samarinda,  diresmikan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi, Senin( 26/11/2018).

  1. mesjid “Cheng Hoo” Al-Mahdi Bangunan Masjid semi Kelenteng itu berada di Perumahan Armada Estate RT 02/02, Jalan Delima Raya No 42 Kelurahan Kramat Utara, Kota Magelang di resmikan oleh walikota Magelang Ir H.Sigit widyinindito,MT pada 9 april 2017.
  2. Mesjid Cheng Hoo di Bangkalan

15.Mesjid Cheng Hoo Jember Jalan Hayam Wuruk No.73, Sempusari, Kaliwates, Gerdu, Sempusari, Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68131

  1. mesjid Cheng Hoo Deli serdang peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al Ali Cheng Ho di Jalan Gatot Subroto Km 11,2/Jalan Makmur Desa Mulyo Rejo Kecamatan Sunggal Deli Serdang, Minggu (15/6/2014).tengah dibangun

17.Mesjid Cheng Hoo di Lamaru, Balikpapan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Muhammad Cheng Ho di lokasi wisata Pantai Lamaru, Kamis (25/5/2017). diresmikan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi, Senin( 26/11/2018).

  1. Masjid Cheng Hoo di Dusun Tasikmadu, Kecamatan Palang, Tuban. Masjid akan dibangun oleh Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Tuban di pinggiran pantai (terapung) tersebut diperkirakan akan memakan biaya sekitar Rp 16 miliar dengan areal di daratan untuk sementara sekitar 11.700 m2.

19 Mesjid Muhammad Cheng Hoo di pujasera Bagansiapiapi masih perencanaan

 

Penulis :Andi Gun Riotallo

Editor    :Andi Gun Riotallo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed