oleh

Sempat Diremehkan, Akhirnya Pengantar Galon Air dan Honorer Jadi duduk di Legislatif

Agung Darma (28), warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, yang pekerjaanya honorer di Puskesmas dan pengantar galon air, berhasil mengalahkan lawan politiknya dengan mengamankan satu kursi di DPRD Muna Barat dalam pencoblosan pemilu 17 April kemarin. (foto:kompas.com/Hand Out)

 

Media TrEN RIAU.com, MUNA BARAT – Agung Darma (28) warga desa Guali,Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra) mengamankan satu kursi melenggang menjadi anggota DPRD Muna Barat setelah melihat hasil pencoblosan pemilu 17 April 2019 kemaren. Pria pekerja tenaga honorer di puskesmas dan pengantar galon air ini akhirnya merasa senang.

“Alhamdulillah senang sekali. Senangnya itu karena dukungan orangtua yang begitu full memberikan semangat dan antusiasme masyarakat. Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga karena perjuangan bersama-sama, kita menangi pertarungan ini,” kata Agung, Kamis (25/4/2019) sebagaimana di lansir dari kompas.com oleh Media TrEN Riau.com, Jumat (26/04/2019).

Ia sempat diremehkan karena melihat pekerjaannya hanyalah seorang pengantar air galon. Diapun tidak menyangka berhasil lolos dan bakal duduk di kursi DPRD Kabupaten Muna Barat. Hal ini tidak disangka karena Ia harus menghadapi lawan-lawan politik yang kuat, baik dari segi ketokohan, ketenaran maupun finansial.

“Tidak semua perjuangan itu diukur dengan finansial. Karena perjuangan kami ini dipandang enteng dari beberapa kalangan masyarakat dan merasa sudah besar. Makanya kami jalani dengan ikhlas dan alhamdulillah (lolos),” tuturnya.

Agung Darma (28) menjadi caleg dari Partai Demokrat daerah Pemilihan (Dapil) Muna Barat yang meliputi Kecamatan Kusambi, Kecamatan Napano Kusambi, dan Sawerigadi. Hasil penghitungan suara, dia berhasil memperoleh suara terbanyak dengan perolehan suara 732 suara. Bahkan dia mengalahkan perolehan suara ketua DPC Demokrat Muna Barat yang memperoleh suara 520 suara.

“Kami juga tidak menyangka mengalahkan ketua partai DPC. Tapi itulah realitas bahwa tidak selamanya, pimpinan partai menjadi pemenang. Hari ini kami sudah buktikan dengan perjuangan yang panjang. Alhamdulillah kakmi bisa kalahkan beliau,” ucap Agung.

“Yang saya lakukan ke depan, tetap kepada janji politik kami bahwa pertemanannya selamanya. Artinya, tetap menjalin silaturahmi. Kebetulan saya perawat. Kalau ada yang sakit, kami bantu,” ujarnya Wa Malu, Ibunya Agung,

Ibunya Agung juga tidak menyangka bahwa anaknya berhasil meraih suara terbanyak dan lolos dalam pileg 2019.

“Saya sangat bersyukur. Saya hanya berdoa terus agar anak saya berhasil lolos. Apalagi kalau diingat-ingat, pekerjaan anak saya ini setiap hari antar galon dan honorer di puskesmas. Saya bersyukur sekali,” kata Wa Malu.(def)

 

Sumber : Kompas.com

Editor : Andi Gun Riotallo

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed