oleh

Kembangkan Budaya, Tingkatkan Wisata

BAGANSIAPIAPI, Tren Riau.com – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengembangkan potensi budaya guna meningkatkan sektor kepariwisataan. Pelbagai upaya pemerintah daerah Rokan Hilir dalam mengenalkan budaya dan wisata di daerah. Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir juga mengenalkan objek wisata Bagansiapiapi dengan sebutan Bagan Heritage #Balik ke Bagan.  Bagan Heritages ini mengenalkan pelbagai objek wisata di kota Bagansiapiapi diantaranya Tugu Perjanjian di Jalan Utama, Klenteng tertua ‘Ing Hok King’ di jalan kelenteng, Bangunan Bank BRI merupakan bank kedua tertua di jalan Merdeka, Kemudian Gereja ‘Krsten Khatolik’ Tua di jalan Mawar, water leeding di jalan Siak, RSUD dr RM Pratomo jalan Pahlawan, Tempat /dermaga serta gudang pelabuhan lama di jalan Perniagaan, Ruko/kedai tua di jalan Perniagaan dan asrama brimob di jalan Tugu Bagansiapiapi.

Bahkan pemerintah terus melakukan upaya untuk menggenjot kunjungan wisatawan dengan melakukan festival –festival bersempena dengan event pariwisata berstandar Nasional “Bakar Tongkang”.  Diantaranya saat  event pariwisata Bakar Tongkang ditambah dengan festival Pulau Tilan, festival Danau Na Pangga, dan Atib Rambai Kubu.

Selanjutnya program yang diharapkan bisa mendukung upaya kunjungan wisata dengan menyelenggarakan paket wisata yang dikombinasikan dengan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Siak. Program ini telah disiapkan oleh Asosisasi Tour And Travel (ASITA).

Kepala Dinas Pariwisata Rokan Hilir, Ali Aspar, S.Sos. M.Si menjelaskan, paket wisata sebagai salah salah cara untuk mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara sebanyak-banyaknya ke kawasan wisata di Rokan Hilir. Apalagi pemerintah telah menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung pada acara Bakar Tongkang sebanyak 100 ribu wisatawan pada tahun 2019 ini.

Ali Asfar.S.Sos,Msi menjelaskan paket wisata dibuat karena event Bakar Tongkang memiliki potensi yang dapat “dijual” kepada wisatawan. Dalam paket tour ini peserta juga diajak untuk berkunjung ke beberapa lokasi wisata lainnya.

Program paket wisata yang di kombinasikan dengan destinasi wisata telah disiapkan ASITA serta Pemerintah Kabupaten Siak dan Pemerintah Kabupaten Rohil melalui Memorandum of Understanding (MoU).

 

MoU tentang pengembangan pemasaran atau promosi destinasi dan even-even pariwisata tersebut merupakan sikap kesepakatan bersama mengembangkan sektor pariwisata antara pemerintah Kabupaten Rohil dengan Pemerintah kabupaten Siak melalui Dinas Pariwisata.

Kesepakatan MoU tersebut disepakati pada Senin (10/9/2018) lalu di Kabupaten Siak. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Dr. H. Fauzi Asni, M.Si yang bertindak sebagai pihak pertama dan kepala Dinas Pariwisata Rokan Hilir H. Ali Asfar, S.Sos, M.Si sebagai pihak kedua ikut menandatangani MoU tersebut.

Penanda tangannan MoU oleh kedua kepala Dinas Pariwisata tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Siak, Wakil Bupati Siak, Kasi Pariwisata Siak, Sekda Rohil mewakili Bupati Rohil, serta beberapa pejabat Kabupaten Siak, Para senior dan junior Alumni APDN, IPDN, STPN, IIP yang tergabung dalam IKAPTK.

Sekretaris daerah Rohil, Drs. H. Surya Arfan, M.Si mengatakan dengan ditanda-tanganinya nota kesepakatan ini dapat memberikan efek positif terhadap pengembangan sektor wisata lokal seperti destinasi dan event-event yang ada. Tentunya MoU ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah pengunjung atau wisatawan ke dua daerah Kabupaten yakni Kabupaten Siak dan Kabupaten Rokan Hilir.

Dikatakannya, Bentuk kerja sama yang terjalin antara kedua kabupaten ini saling bertukaran bahan promosi seperti leafleat, brosur, bookleat, cendramata, poster dan lainnya. Kemudian saling mengundang apabila ada event besar pariwisata di daerah masing-masing, serta membuat paket wisata yang saling berhubungan antara dua kabupaten.

“Tentunya kita sangat bangga dan sangat yakin dengan kerja sama ini bisa meningkatkan keyakinan kita mengembangkan sektor pariwisata di daerah. Semoga kerja sama ini memberikan semangat yang luar biasa dalam memajukan sektor wisata di daerah masing-masing,” sebut Sekda Rohil Surya Arfan.

 

Selain Atib Rambai dan Bakar Tongkang di daerah Rokan Hilir juga ada Budaya Menyambut tahun baru Imlek, Ceng Beng, dan Malam Cap Go Meh bagi umat tionghoa di Bagansiapiapi. Budaya tersebut selalu ramai pengunjung baik wisatawan lokal maupun wisatawan negara tetangga dan manca negara.

Belum lama ini perayaan malam Imlek dan Perayaan Malam Cap Go Meh di laksanakan umat Tiong hoa bersama yayasan multy marga dengan menggelar festival lampu lampion. Ratusan umat etnis Tiong Hwa yang mendominasi di Bagansiapiapi kota dan ratusan umat etnis melayu serta masyarakat kota Bagansiapiapi yang pada umumnya berdomisili di pinggir kota ikut melihat acara malam cap go meh ini. Bahkan wisatawan juga hadir menyaksikan malam Cap go Meh ini. Kota Bagansiapiapi khususnya di depan kelenteng tua jalan kelenteng padat oleh manusia untuk menyaksikan pentas seni dan budaya.

Perayaan malam cap go meh merupakan perayaan budaya dari etnis Tiong Hwa di kota Bagansiapiapi yang dilaksanakan setiap tanggal lima belas bulan pertama yakni lima belas hari setelah imlek.

Atas nama Pemerintah kabupaten Rokan Hilir, Setdakab Rohil Surya Arfan sangat menyambut apresiasi dan mendukung atas terlaksananya malam cap go meh dengan di warnai festival lampu lampion.

Dia menjelaskan, budaya etnis tiong hwa di Kabupaten Rokan Hilir sangat banyak. Budaya Cap Go Meh ini sangat positif dalam bidang kepariwisataan. Karena dengan budaya ini banyak para wisata lokal maupun manca negara mendatangi kota Bagansiapiapi.

 

“Malam ini perayaan malam cap go meh dengan diwarnai festival lampu lampion. Kemudian ada budaya ceng beng yakni sembahyang kubur, bahkan puncaknya acara bakar tongkang pada bulan Juni mendatang,”jelas Surya Arfan.

(Advertorial/humas pemdakab Rohil)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed