oleh

Hari ini Festival Bakar Tongkang di Gelar

Media TrEN RIAU, BAGANSIAPIAPI– Dalam rangkaian kegiatan even wisata nasional bakar tongkang hari ini di gelar festival bakar tongkang, Senin (17/06/2019). Pelaksanaan festival tersebut merupakan rangkaian event wisata nasional bakar tongkang. Demikian hal ini di tegaskan oleh kadispora Rohil Ali Asfar.S.Sos,Msi kepada wartawan, Minggu malam (16/06/2019) di jalan perwira Bagansiapiapi.

 

 

“Besok festival bakar tongkang,”ucapnya Ali Asfar.

 

 

Hasil pantauan, persiapan event wisata nasional bakar tongkang di lakukan baik oleh penyelenggara bakar tongkang yakni etnis Tionghoa maupun sebagai fasilitator pelengkap acara even wisata nasional oleh pemdakab Rohil.

 

 

Pemdakab Rohil memfasilitasi stand promosi oleh oleh produk IKM dan stand pusat makanan dan minuman UKM kota Bagansiapiapi. Dalam kesempatan ini pemdakab Rohil menampilkan  objek wisata ratusan payung menggantung. Stand promosi oleh oleh produk lokal di dirikan di pojok jalan merdeka dan jalan aman sedangkan pusat makanan dan minuman di samping rumah dinas ketua DPRD Rohil dan gedung BRI cabang Bagansiapiapi.

 

 

“Mudah-mudahan banyak pembeli,”tutur H.Suyatno ketika meninjau stand makanan dan minuman kemaren malam Minggu (16/06/2019).

 

 

 

Di jalan merdeka depan BRI cabang Bagansiapiapi tampak pentas hiburan yang bakal di hibur oleh artis dari Jakarta. Informasi yang didapat artis dangdut ibukota Tika Zein dan Wandi Mario menghibur warga kota Bagansiapiapi.

 

 

 

Sedangkan penyelenggara acara bakar tongkang memusatkan perhatian warga Tionghoa di dua tempat, yakni di jalan kelenteng Bagansiapiapi tepatnya di kelenteng king im hok dan di IP Plaza. Kemudian di satu titik di jalan perniagaan tempat area pembakaran tongkang.

 

 

 

Kelenteng King im Jok merupakan kelenteng tua di kota Bagansiapiapi yang memiliki sejarah pertama kali warga Tionghoa  datang ke kota Bagansiapiapi. Di kelenteng ini sudah di persiapkan tenda untuk tempat  replika tongkang di letakkan setelah keluar dari rumah pembuatan. Rencananya tongkang keluar dari rumah pembuatannya pada sore ini. Rumah pembuatan replika  tongkang di jalan aman berdekatan dengan kelenteng tua. Keluar dari rumah pembuatan replika  tongkang di arak oleh warga Tionghoa kemudian di semayamkan di depan kelenteng king im hok yang selanjutnya warga Tionghoa akan melakukan ritual sesembahan kepada dewa mereka. Dalam ritual ini warga Tionghoa membawa makanan, minuman kertas dan hiu sembahyang. Mereka membakar semua hiu sesembahan mereka masing-masing. Semua seserahan di letakkan di altar  berdekatan dengan replika tongkang. Untuk selanjutnya keesokkan harinya replika di arak kemudian di bakar di area pembakaran tongkang.

 

 

 

Sedangkan di titik kedua yakni IP Plaza diadakan pentas seni dan hiburan yang di mulai pada tanggal 17 hingga 18 Juni 2019. Pentas seni ini juga ditampilkan Cosplay transformer di samping IP Plaza .

 

 

Kegiatan Malam acara bakar tongkang akan di pusatkan di dua titik hiburan dimana di IP Plaza hiburan oleh warga Tionghoa dan di jalan Merdeka goyang dangdut ibukota untuk warga kota Bagansiapiapi.

 

 

Kegiatan Even wisata bakar tongkang yang ikut di fasilitator oleh pemdakab Rokan Hilir ini mendapat sambutan dan dukungan oleh salah satu warga. Hendra warga Bagansiapiapi ini memberikan apresiasi pemdakab Rohil membuat pentas hiburan dan objek wisata payung bergantung. Hal ini agar warga muslim tidak fokus terhadap hiburan dan ritual yang di selenggarakan oleh etnis tionghoa. Kemudian tidak berfoto ria di depan hiu sembahyang warga etnis tionghoa. Oleh sebab itu pemdakab Rohil memusatkan perhatian warga dengan hiburan bagi warga menghadirkan pentas hiburan di jalan Merdeka Bagansiapiapi.

 

 

“Kita apresiasi tindakan pemdakab Rohil yang telah membuat perhatian warga muslim ke titik yang lain. Hal ini juga sebagai penunjang daya tarik wisata even nasional tersebut,”tandasnya.

 

 

Sementara itu, warga lainnya mengucapkan hal yang berbeda. Roni sangat menyayangkan pembuatan payung bergantungan tersebut di saat acara bakar tongkang. Dia ingin payung bergantungan tersebut di buat saat menyambut hari raya idul fitri kemaren.

 

 

“Kalau sebelum hari raya idul fitri di buat bisa mengurangi warga untuk keluar kota,”pungkasnya.

 

(Andi Gun Riotallo)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed