oleh

Dandim 0321/ Rohil, Letkol Inf Didik Efendi S.I.P : Pelaksanaan program TMMD tahun ini telah memasuki ke tahapan 105

mediatrenriau com, BAGANSIAPIAPI – Operasi bhakti TMMD (TNI manunggal membangun desa) merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan departemen , lembaga pemerintah non departemen dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana. Demikian hal ini disampaikan Dandim 0321/ Rohil, Letkol Inf Didik Efendi S.I.P didampingi Pasiter Kapten Arh Jemirianto dan Pasi Intel Lettu Arh E.Nasution di Bagansiapiapi, Minggu (07/07/2019).

 

 

 

Melalui TMMD, kata ia, Depsos RI memberdayakan masyarakat agar mereka mempunyai daya dan upaya untuk lepas dari masalah kemiskinan, sekaligus upaya untuk memberdayakan wilayah pertahanan sehingga mempunyai daya tangkal yang kuat bagi kemungkinan ancaman dari luar yang merugikan NKRI.

 

 

 

“TMMD dilaksanakan sejak tahun 1980 di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia  guna menunjang keberhasilan pembangunan nasional,”tuturnya

 

 

 

Aturan perundang-undangan yang mendasari penyelenggaraan TMMD ini, lanjut Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Didik Efendi S.I.P, mengacu pada Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Undang-undang No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang-Undang Pemerintahan Daerah Nomor 32 tahun 2004, Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2005-2009 dan Surat Menteri Dalam Negeri RI tentang Pedoman Penyususan Anggaran APBD untuk Program TMMD, serta Surat Keputusan Menhankam/Pangab tentang Pengesahan Buku Pola dasar Konkritisasi Kemanunggalan ABRI dan Rakyat dan Pola Operasional TNI ABRI Masuk Desa.

 

 

 

“Pelaksanaan program TMMD tahun ini telah memasuki ke tahapan 105,”jelasnya.

 

 

 

Program TMMD ini, kata ia, dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah sasaran dengan menggunakan bottom up planning system yang dilaksanakan secara komprehenif dan integral, karena melibatkan semua unsur yang terkait mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan.

 

 

 

“Sasaran-sasaran yang dipilih berdasarkan skala prioritas, diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah, kemudian dibahas di forum DPRD untuk disahkan menjadi program pembangunan daerah,”ujar Letkol inf Didik Efendi.S.I.P.

 

 

 

Kata Ia lagi, TMMD ini melibatkan 33 departemen dan lembaga pemerintah non departemen yang secara terpadu memasukkan acuan program masing-masing instansi ke dalam program kegiatan fisik atau non fisik TMMD tersebut. Departemen Dalam Negeri RI ditunjuk sebagai koordinator pencapaian sasaran kegiatan fisik dan Departemen Agama RI sebagai koordinator pencapaian sasaran kegiatan non fisik.

 

 

 

Lanjutnya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan meliputi kegiatan fisik yakni merehabilitasi sarana dan prasarana yang rusak di daerah  tertimpa bencana alam, meningkatkan sarana prasarana wilayah yang berada di pedesaan berupa infrastruktur, fasilitas umum dan sosial. Sedangkan kegiatan non fisik yakni meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan masyarakat, kesadaran bela Negara, penegakan hukum, disiplin nasional dan pengetahuan lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat pedesaan, seperti keluarga berencana, kesehatan, pertanian, peternakan, perikanan, dan lain-lain melalui penyuluhan atau kegiatan lain yang sifatnya memberikan pencerahan dan penguatan jati diri bangsa.

 

 

 

“Dukungan TMMD untuk kegiatan fisik dan non fisik dari APBD Pemda setempat, berupa dana hibah. Dukungan masyarakat dalam pelaksanaan TMMD di masing-masing daerah dalam bentuk tenaga secara bergiliran,”terang Dandim 0321/ Rohil ini

 

 

 

Dalam kegiatan TMMD ke-105 pihaknya melaksanakan pembangunan fisik di enam titik sasaran (SAS) yang tersebar di dua Kecamatan di wilayah kabupaten Rokan Hilir, provinsi Riau

 

 

 

“Ada enam sasaran pembangunan fisik yang kita laksanakan, satu sasaran di Kecamatan Bangko dan Lima sasaran di Kecamatan Sinaboi,”pungkas Dandim 0321/ Rohil Letkol Inf Didik Efendi S.I.P.(agr)

 

Editor : Andy Gunawan Riotallo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed