oleh

Bakesbangpol Rohil Sosialisasi Undang-undang tentang Ormas

Media Tren Riau.com, BAGANSIAPIAPI – Badan kesatuan bangsa dan politik Kabupaten Rokan Hilir (Bakesbangpol Rohil) menggelar pembinaan organisasi masyarakat (ormas) tahun 2019 dan sosialisasi undang-undang tentang organisasi masyarakat dan perannya dalam membangun daerah. Acara ini dihadiri oleh sejumlah ormas di Rohil dan dilaksanakan di salah satu hotel Bagansiapiapi, Kamis (08/08/2019). Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol Rohil, Fadhli,SH membuka acara ini. Dia didampingi oleh kepala bidang (Kabid) Politik , Gusti Marpaung, Kabid Ketahanan Ekonomi, budaya, agama dan kemasyarakatan,M.Bustari,SH dan Kasi Budaya, Gotri Jayadi,ST.

 

Kasat Intelkam Polres Rohil, AKP Banjar Nahor dan kabid ketahanan ekonomi, budaya dan kemasyarakatan Kesbangpol Provinsi Riau, Indra Prayoga,STTP sebagai narator dalam kegiatan ini.

 

AKP Banjar Nahor memaparkan UU no 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, UU no 17 tahun 2013 tentang ormas, PP no 58 tahun 2016 tentang pelaksanaan UU no 17 tahun 2013, perpu no 2 tahun 2017 tentang perubahan atas UU no 17 tahun 2013 serta UU no 16 tahun 2017 tentang organisasi.

 

Dikatakannya, ormas berkewajiban menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta keutuhan NKRI serta berpartisipasi dalam pencapaian tujuan negara. Sedangkan larangan ormas, diantaranya melakukan tindakan permusuhan atau penistaan terhadap agama yang dianut di Indonesia serta mengganggu kestabilan dan keutuhan NKRI. Kemudian melakukan tindakan kekerasan dan mengganggu ketertiban umum, melakukan kegiatan intelijen  dan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan organisasi. Jika ormas melakukan tindakan larangan sebagai ormas maka Polri akan melakukan proses hukum terhadap ormas yang melakukan tindakan kekerasan atau yang mengganggu ketertiban umum, kemudian melakukan penyelidikan terhadap ormas yang meresahkan masyarakat tersebut.

 

“Pihak Kepolisian RI melakukan koordinasi dengan instansi terkait terhadap ormas yang disinyalir melakukan kegiatan menyimpang,” tutur AKP Banjar Nahor.

 

Sedangkan Indra Prayoga, menyampaikan tentang organisasi masyarakat  dan perannya dalam pembangunan daerah serta memaparkan visi dan misi gubernur Riau tahun 2019-2024, diantaranya mewujudkan sumber daya manusia melalui pembangunan manusia seutuhnya, mewujudkan pembangunan insfratruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan, mewujudkan pembangunan ekonomi yang eklusif, mandiri dan berdaya saing dan mewujudkan budaya Melayu sebagai payung negeri Melayu.

 

“Serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi,” jelas Prayoga.

 

Dalam kesempatan ini,plt Bakesbangpol Rohil, Fadhli SH menjelaskan bahwa kegiatan ini dalam rangka pembinaan organisasi masyarakat (ormas) se-Rohil.

 

“Sungguh merupakan kebagahagian tersendiri dapat bertatap muka dengan seluruh ormas yang terdaftar di Kesbangpol Rohil dalam rangka untuk meningkatkan pengetahuan serta partisipasi masyarakat dan struktur ormas,”pungkasnya.(agr)

Editor : Andy Gun Riothallo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed