Redaksi

oleh

 

 

 

 
REDAKSI MEDIA TrEN RIAU :  

Situs Berita www.mediatrenriau.com dikelola PT. Julita Tren Media Mandiri 

AKTA NOTARIS  :ADNAN , SH,MKn

“PT. Julita Tren Media Mandiri

Pengesahan Menkumham Perseroan nomor : AHU-0027437.AH.01.11. TAHUN 2019 tanggal 19 pebruari 2019

NPWP:90.XXX.XXX.8.212.000

Nomor Induk Berusaha SIUP : 9120300351732

Berdasarkan Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers

 

SUSUNAN REDAKSI

Pendiri                            : Zulman , Syarifuddin    

Pemimpin Umum            :Syarifuddin

Pemimpin Perusahaan  :Zulman

Pemimpin Redaksi           :Zulman

Penanggung Jawab           :Zulman

Sekretaris                             :Beben Tri Yoga

Dewan Penasehat              :H.Jasmadi,SE (Ijas Kori)

Dewan  Redaksi                  :Zulman, Syarifuddin, Randers, Beben Tri Yoga, Andi Gunawan Riothallo

Staf Redaksi                          :-            

Koordinator Liputan         :-

Redaktur Pelaksana          :-          

Staf Redaksi Liputan         :-

Staf Editor                              :-

Staff Redaksi                           :- 

Biro-biro                                 : Siak  : dicari  , Pekanbaru : dicari, Dumai   : dicari,  Meranti  : dicari , Rokan Hulu  : dicari

 

 

Alamat Kantor:

Jl. Satria Tangko No 27 Bagansiapiapi, Kel.Baganjawa, Kec. Bangko, Kab. Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau
Email : trenriau@gmail.com


Bank : –



“Redaksi menerima saran, kritik, ide, artikel dan tulisan. Tulisan diketik rapi dan dilengkapi dengan identitas pengirim. Tulisan yang masuk menjadi hak redaksi menyunting isi tulisan tanpa mengubah maknanya. Tulisan dikirim melalui alamat redaksi atau Email trenriau@gmail.com”.

 

KODE ETIK JURNALISTIK WARTAWAN KORAN ONLINE

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.

Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan mentaati Kode Etik Jurnalistik sbb:

Pasal 1.

Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Penafsiran:

Independen berarti memberitakan peristiwa atau fakta sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain termasuk pemilik perusahaan pers.

Akurat berarti dipercaya benar sesuai keadaan objektif ketika peristiwa terjadi. 

Berimbang berarti semua pihak mendapat kesempatan setara.

Tidak beritikad buruk berarti tidak ada niat secara sengaja dan semata-mata untuk menimbulkan kerugian pihak lain.

Pasal 2.

Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.

Penafsiran:

Cara-cara yang profesional adalah: Menunjukkan identitas diri kepada narasumber; Menghormati hak privasi; Tidak menyuap; Menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya; Rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang; Menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;Tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri; Penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.

Pasal 3

Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Penafsiran:

Menguji informasi berarti melakukan check and recheck tentang kebenaran informasi itu.

Berimbang adalah memberikan ruang atau waktu pemberitaan kepada masing-masing pihak secara proporsional.

Opini yang menghakimi adalah pendapat pribadi wartawan.

Hal ini berbeda dengan opini interpretatif, yaitu pendapat yang berupa interpretasi wartawan atas fakta.

Asas praduga tak bersalah adalah prinsip tidak menghakimi seseorang.

Pasal 4

Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.

Penafsiran:

Bohong berarti sesuatu yang sudah diketahui sebelumnya oleh wartawan sebagai hal yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Fitnah berarti tuduhan tanpa dasar yang dilakukan secara sengaja dengan niat buruk. Sadis berarti kejam dan tidak mengenal belas kasihan.

Cabul berarti penggambaran tingkah laku secara erotis dengan foto, gambar, suara, grafis atau tulisan yang semata-mata untuk membangkitkan nafsu birahi.

Dalam penyiaran gambar dan suara dari arsip, wartawan mencantumkan waktu pengambilan gambar dan suara.

Pasal 5

Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.

Penafsiran:

Identitas adalah semua data dan informasi yang menyangkut diri seseorang yang memudahkan orang lain untuk melacak.

Anak adalah seorang yang berusia kurang dari 16 tahun dan belum menikah.

Pasal 6

Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap.

Penafsiran:

Menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum. 

Suap adalah segala pemberian dalam bentuk uang, benda atau fasilitas dari pihak lain yang mempengaruhi independensi.

Pasal 7

Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan “off the record” sesuai dengan kesepakatan.

Penafsiran:

Hak tolak adalah hak untuk tidak mengungkapkan identitas dan keberadaan narasumber demi keamanan narasumber dan keluarganya.

Embargo adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber.

Informasi latar belakang adalah segala informasi atau data dari narasumber yang disiarkan atau diberitakan tanpa menyebutkan narasumbernya.

“Off the record” adalah segala informasi atau data dari narasumber yang tidak boleh disiarkan atau diberitakan.

Pasal 8

Wartawan Indonesia tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa atau cacat jasmani.

Penafsiran:

Prasangka adalah anggapan yang kurang baik mengenai sesuatu sebelum mengetahui secara jelas.

Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan.

Pasal 9

Wartawan Indonesia menghormati hak narasumber tentang kehidupan pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik.

Penafsiran:

Menghormati hak narasumber adalah sikap menahan diri dan berhati-hati.

Kehidupan pribadi adalah segala segi kehidupan seseorang dan keluarganya selain yang terkait dengan kepentingan publik.

Pasal 10

Wartawan Indonesia segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru dan tidak akurat disertai dengan permintaan maaf kepada pembaca, pendengar, dan atau pemirsa.

Penafsiran:

Segera berarti tindakan dalam waktu secepat mungkin, baik karena ada maupun tidak ada teguran dari pihak luar. Permintaan maaf disampaikan apabila kesalahan terkait dengan substansi pokok.

Pasal 11

Wartawan Indonesia melayani hak jawab dan hak koreksi secara proporsional.

Penafsiran:

Hak jawab adalah hak seseorang atau sekelompok orang untuk memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

Hak koreksi adalah hak setiap orang untuk membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.

Proporsional berarti setara dengan bagian berita yang perlu diperbaiki.

Penilaian akhir atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan Dewan Pers. Sanksi atas pelanggaran kode etik jurnalistik dilakukan oleh organisasi wartawan dan/ atau perusahaan .

 

============

privacy

Media Tren Riau adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan. Media online ini secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Kami berupaya menerapkan standar jurnalisme berkualitas dalam meliput peristiwa yang terjadi di setiap wilayah kerja di Sumatera. Selain bisa di akses di layar komputer pribadi anda, media ini bisa juga diakses melalui telepon seluler.

Kami menjadikan Media Tren Riau bagian dari upaya mencerdaskan bangsa melalui jurnalisme cerdas, tajam, berimbang dan menghibur.

Redaksi Media TREN RIAU menerima saran, kritik dan ide berupa artikel tulisan yang tidak ada unsur sara maupun hoack.Tulisan anda dapat dikirim melalui email : trenriau@gmail.com atau dikirim langsung ke alamat redaksi

Alamat Redaksi : Jalan Satria Tangko No 27, Bagansiapiapi – Kabupaten Rokan Hilir (Rohil)-Provinsi Riau.

Email :trenriau@gmail.com